Thursday, 7 September 2017
3. Tips Hemat, Managemen Makanan di Jepang
Praktis?
Makanan di setiap kombini
Kombini (Convenient store) sebut saja seven eleven, lawson, bellmart, dan banyak lagi lainnya dapat dengan mudah dijumpai dari keramaian stasiun hingga perumahan. Di sini seperti halnya di Indonesia saat ini, disediakan segala kebutuhan harian, dan makanan dijual dalam berbagai macam bentuk. Makanan siap makan yang paling mudah bisa dibeli di sini.
Pilihan beragam dari roti, onigiri hingga bento. Makanan bisa dipanaskan untuk langsung disantap. Demikian juga pisang dan beberapa buah lainnya juga tersedia.
Onigiri dijual di kisaran 110 hingga Bento sekitar 400 yen.
Minuman di vending machine
Yang lebih berlimpah lagi, minuman sangat mudah diakses di vending machine, kecuali air putih yang ready diminum dalam tap water (tidak semua tempat menyediakan tap water ini, biasanya hanya ada di taman taman umum dan mall).
Vending machine tersedia dalam jarak yang sangat dekat dan cukup beragam pilihannya, dari air putih, teh, juice, kopi hingga bir. Harganya tidak seragam, tergantung wilayah dan penyedia jasanya, (dan tempat sampah untuk Pet botle dan can biasanya tersedia di dekat vending machine ini). Kisaran harganya adalah 100-200an yen untuk botol ukuran 350-500ml.
Bagaimana berhemat?
Jawabannya cuma satu. Berpuasa dengan kepraktisan yang ditawarkan dan membawa bekal dari rumah :)
Jika ingin menganut aliran ini, boleh kita bersiap sejak dari Indonesia.
Apa saja yang perlu disiapkan dari Indonesia?
Untuk membawa makanan dan minuman, berikut yang bisa disiapkan
- Botol minum. Tupperware bisa menjadi pilihan paling tepat... ( maaf ini sengaja promosi :) )
- Tempat makan bekal (Tupperware bentuk go-flex bisa menghemat tempat saat wadah kosong dan -tupperware yang kedap cairan -bisa yang model tutup classic round seal-sangat berguna untuk membawa makanan berkuah).
atau banyak sekali tempat bekal di Jepang yang lucu dan kualitas bagus, bisa diperoleh (cari yang made in Japan), kisaran 400-600 yen. Harga di bawah itu juga banyak dengan kualitas yang sedikit ada di bawahnya.
- Cutlery set, Sendok garpu yang bisa dilipat (bisa juga diperoleh di toko 100yen di Jepang)
Sedangkan untuk menghemat belanjaan, beberapa yang bisa dihemat dengan menyiapkan barang ini
1. Tupperware sembarang yang bisa untuk menyimpan makanan di kulkas
2. Tupperware yang bisa untuk microwave
3. Tupperware untuk freezer.
Ketiga jenis produk di atas bisa digantikan dengan "plastik gula" yang biasa kita pakai untuk membungkus gula.
Bawa berbagai macam ukuran karena di sini sangat sulit mendapat produk ini. Kemungkinan (dugaan saja ya, tanpa sumber, semoga bisa dilengkapi dengan info lebih lanjut..) karena plastik di pasaran harus memenuhi standard tertentu untuk kesehatan. Setiap produk kantong plastik memiliki fungsi masing-masing, untuk makanan dan bukan. Contohnya untuk semacam plastik gula, 100 yen berisi 30 lembar plastik ukuran 25x35 cm.
Produk container plastik juga bisa dijumpai di toko 100yen di sini, (untuk kualitas yang lebih bagus, bisa mencari di toko peralatan rumah tangga.
Produk produk ini juga menjadi wadah wajib untuk berhemat, namun karena lebih kedap, Tupperware bisa digunakan untuk menyimpan lebih lama di non freezer (refrigerator).
Lalu bagaimana berhemat?
- Belanja minuman di kemasan yang 1 liter, 1,5 liter dan 2 liter. Minuman ini bisa disimpan dan jika ingin bepergian, tuang dalam botol minuman untuk bekal. sebagai contoh, harga 1,5 liter milk tea di supa hampir sama dengan 3 botol @500 ml.
- Bawa bekal makan dari rumah dengan wadah bento.
- Belanja daging frozen di supermarket atau online shop, dan langsung bagi menjadi beberapa plastik sesuai porsi sekali masak. (pembagian seperti ini berlaku juga untuk bakso dari online shop, nugget dan produk siap goreng lainnya, pisah untuk sekali olah).
Di sinilah fungsi plastik membantu kita. Daging frozen lebih murah dari daging segar. Sekali sekali konsumsi daging segar namun tidak ada salahnya berhemat dengan produk frozen.
Daging yang sudah dibagi menjadi seporsi masak membuat kualitas daging sisanya tidak berkurang karena aman di dalam frozen.
Jika ingin memasak lauk (tanpa sayuran) masakan bisa diolah dalam jumlah besar dan setelah didinginkan bisa dimasukkan plastik seukuran seporsi makan, langsung dimasukkan dalam freezer. Pastikan plastik tertutup rapat untuk kebersihannya. Misalnya olahan daging seperti opor, sambal goreng, rendang.
Nasi
- Nasi di Jepang memang mahal dibandingkan di Indonesia, 1kg, Ind. 10 rb, Jpg. 300yen
Nah, untuk menghemat listrik, masak nasi penuh dan matikan kira kira 1 jam setelah matang.
Takar untuk 2 kali makan. jika kira kira ada kelebihannya, dinginkan dan masukkan dalam refrigerator, jangan lupa bagi dalam wadah tertutup untuk sekali santap. Keluarkan nasi saat mau disantap, panaskan dalam microwave.
Nasi di lemari es bisa bertahan selama 2 hari.
Menyimpan bumbu bumbu dari Indonesia.
Sekedar sharing, semua sisa sisa bumbu dapur saya bertahan selama 1 tahun, (mungkin memang mengalami penurunan kualitas, tapi masih acceptable untuk aroma masakan :) ).
- Bedakan bumbu yang harus masuk freezer dan tidak.
Untuk bumbu yang masuk freezer, pastikan TIDAK dicuci lebih dahulu.
- Bagi menjadi beberapa bungkus kecil supaya tidak terlalu mengurangi kualitas sisanya.
Buka per bungkus dan habiskan sebelum membuka bungkus yang lain. (contoh: daun salam, daun jeruk, sereh, pandan, dan umbi-umbian)
Khusus untuk laos, potong potong dulu sebelum masuk dalam freezer.
- Cabe juga bisa awet disimpan dalam freezer.
Ok, siap berhemat?
Semoga bermanfaat
Tuesday, 29 August 2017
2. Makanan Wajib Dibawa
Untuk yang ingin masak sendiri di rumah dengan menu Indonesia. Alternatifnya tentu saja bumbu bumbu instant yang bisa diperoleh di supa (supermarket) tertentu atau toko produk import dan online shop asia. Sebenarnya banyak sekali bumbu umum yang bisa dibeli di Jepang, namun memang dengan harga yang minim 2x hingga 10x lipat dari harga di Indonesia, demikian juga harga makanan dan minuman Indonesia. Jika ingin berhemat, boleh juga membawa dari Indonesia.
Berikut beberapa produk penting yang bisa menghemat dan layak dibawa menurut penulis.
1. Bumbu instant.
Indofood opor: Ind. 6rb, jpg 110 yen
Pilih yang masakan Indonesia: opor, sambal goreng, rawon, lodeh, sayur asem.
Yang lainnya silakan sesuai selera.misal nasi goreng dll. Di jepang banyak dijumpai kare dan santan produk thailand, namun memang beda rasa dengan indonesia.
2. Kecap dan sambal
Kecap: Ind. 16rb jpg 600yen
Kecap dan sambal refill bisa jadi senjata ampuh untuk teman makan,terlebih kecap.
Sambal bu Rudy atau sambal terasi sachet juga ok, mengingat harga cabai di sini lumayan mahal dan penulis bukan penikmat sambal, jadi sambal sachet sudah cukup :) Di jepang yang banyak dijumpai adalah tomato ketchup, biasa disebut ketchup.
3. Bumbu dapur
Daun salam: Ind. 5rb jpg 200yen
Segala macam bumbu dapur standart dijual juga di toko online dan beberapa bisa ditemukan di jepang. Jika ingin membawa, jangan dicuci (pastikan kering) dan simpan dalam freezer. Terbukti tahan selama 1 tahun.
Di antaranya yang bisa dibawa: daun dalam, daun jeruk, daun pandan, laos, kunyit, kunci, kencur, jahe, kemiri, sere, kayu manis, cengkih, pekak, bumbu ngohiong
4. Bumbu halus
Lada: Ind. 13rb jpg 500yen
Banyak tersedia bumbu halus di supa (baca: supermarket), namun jika lebih yakin dengan rasanya, Indonesia sangat terkenal hingga penjajah pun tergiur :)
Yang wajib dibawa adalah ketumbar bubuk, yang lain seperti lada, pala dan kayu manis, bawang putih bubuk banyak dijumpai di Jepang.
5. Bumbu lain
Gula jawa: Ind. 2rb jpg. 500yen
Bumbu lain yang bisa dipertimbangkan (tidak perlu masuk freezer): asam jawa, trasi, gula jawa asli (gula jawa jepang kebanyakan gula tebu, kalau di indonesia terbiasa dengan gula jawa pasaran yang bukan murni gula kelapa, rasanya hampir sama dengan brown sugar di jpg).
Jika suka masakan jawa timur, petis bisa juga masuk dalam daftar. (Masuk freezer)
6. Indomie (maaf menyebut merk, memang begitu adanya :) )
Ind: 2rb Jpg: 85yen
Penikmat Indomie dengan rasanya yang kas boleh membawa bekal ini, khususnya yang rasanya khas Indonesia. Mi instant indonesia yang beredar di Jepang (export quality) memiliki rasa yang lebih ringan.
Jika bukan fans berat, ada banyak sekali pilihan mie di jepang, dengan berbagai merk dan rasa. Berbagai macam mie dikonsumsi di negara ini. Jangan kuatir, akan bisa menemukan bihun, soon, termasuk berbagai macam pasta dengan harga murah.(Baca: harga murah adalah sekitar 80-100yen :) ) Termasuk mie instant.
7. Bahan makanan lain
Untuk mengurangi rasa kangen dan alasan kepraktisan, daftar makanan di bawah bisa pula dipertimbangkan
. santan bubuk
. sambal pecel
. abon
. sambel kering kentang/tempe
. emping mentah
. krupuk mentah (krupuk udang bs dibeli di supa)
. brambang goreng (bawang merah segar bisa beli online Ind.10rb Jpg 550yen)
8. Makanan dan minuman
. Susu kental manis (khususnya yang senang coklat)
. Meises
. Margarine (di jepang yang biasa dijual adalah mentega)
. Sirup
. Puding dan agar instant (banyak pilihan pula di jepang)
. berbagai minuman instan khas indonesia (wedang jahe-membantu di musim dingin, wedang uwuh, kunir asam, sekoteng, nutrisari)
. Kopi merk favorit
. Teh merk favorit
Kopi, coklat dan teh gampang diperoleh di sini, namun jika lidah tidak bisa berpaling, persediaan dari negri sendiri perlu dipikirkan.
9. Iseng iseng dibawa
Kalau ada banyak waktu dan tenaga, bolehlah ikut masuk dalam daftar :')
. Ragi tape
. Ragi tempe
Referensi yang layak dilihat (sekali lagi tanpa bermaksud promosi karena gak dapet fee hahaha) online shop yang selama ini dirasa paling murah dan kami pakai bareng bareng bisa diintip di sini, http://toko-indonesia.org/
Semoga daftar di atas bisa membantu membuat kerasan tinggal di Jepang. Jangan lupa pula belajar masak masakan jepang dan mencoba semua makanan yang boleh dimakan :)
*catatan: ungkapan "banyak pilihan" di sini, artinya tetap terbatas jika ada yang membutuhkan label halal (di gyomu supa, online dan toko2 asia, banyak produk sudah mencantumkan label halal termasuk daging sapi, ayam dan chicken nugget).
Mohon maaf tidak bisa memberikan tips detil tentang halal food.
1. Jepang Negara yang Mengagumkan
Jepang secara umum benar benar negara yang aman dan teratur. Banyak hal yang menurut saya layak sekali untuk dibagikan, terlalu sayang untuk disimpan sendiri. Setelah 7 tahun saya tidak pernah mampir di blog ini, saya pikir apa salahnya menulis semua di sini. Saya bukan pengguna aktif Facebook, Instagram dan sosmed lainnya, tulisan di sini bagi saya lebih mudah untuk ditengok dan dibaca. Sebelum mengikuti cerita pengalaman saya, ada baiknya saya berikan sedikit background saya, sehingga tulisan pertama ini bisa digunakan sebagai dasar dari informasi dan cerita di tulisan selanjutnya.
Saya lahir dan tinggal di Yogyakarta. Hidup saya penuh warna dengan mengalami tinggal 2 tahun di Papua serta 4 tahun di Jakarta. Dan warna itu menjadi makin kaya saat datang kesempatan belajar di Jepang selama 1 tahun (di tahun ke2 program master) sejak September 2016. Hal ini sangatlah layak untuk disyukuri, apalagi keinginan membawa serta keluarga ternyata mendapat jalan lancar. Saya tinggal di Ichiriyama, Otsu-Shi, Shiga-Ken, bersama suami dan 2 anak saya, Bimo, usia 7 tahun dan Juno, 4 tahun. Tempat tinggal kami ada di dekat danau Biwa, dan merupakan daerah pinggiran. Lebih mudahnya kami selalu memberikan petunjuk arah: dari Kyoto, naik kereta 20 menit ke arah timur, di selatan danau Biwa, berhenti di Seta station, jalan kaki 10 menit. Tentunya lebih mudah membayangkan jarak tempuh 20 menit itu sebagai penunjuk tempat yang menjauh dari keramaian Kyoto ke area yang lebih tenang, dan jauh dari hingar bingar pariwisata. Pengalaman seru dan suka duka di Jepang menjadi kenangan yang pasti akan selalu terkenang dan sedikit banyak memperkaya kami, dan semoga dengan berbagi, turut pula memperkaya pembaca.
Tulisan tulisan berikut adalah tulisan dari sudut pandang seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak, pekerja, pelayan masyarakat wanna be dan tipikal seorang anggota masyarakat yang penurut dan berusaha melihat segala sesuatu dari segi positif. Prinsip hidup yang dipegang adalah nikmati dan syukuri semua yang ada, dan tentu saja prinsip ekonomi tetap dipegang teguh :) dan penganut Katolik (perlu saya sebutkan karena nantinya akan berkaitan dengan makanan halal). Oya, penulis bukanlah penggemar fashion dan pengikut lifestyle, jadi mohon maaf jika bahasan mengenai hal ini sangat kurang.
Di sini saya ingin berbagi lebih banyak tentang seluk beluk tinggal di Jepang, bagaimana persiapan yang bisa dilakukan, kehidupan sehari-hari di sini, obyek obyek menarik dan beberapa pengetahuan lain, bisa berupa hasil pengamatan, pengalaman, diskusi dan juga berasal dari beberapa sumber dari internet. Saya sangat berterima kasih jika ada masukan atau feedback apapun untuk memperkaya informasi ini. Semoga tulisan tulisan di depan bisa memperkaya kita semua.
Tuesday, 21 December 2010
Keuntungan dari Belanja Bulanan Perempuan
Saya yakin tidak ada yang bilang tidak, karena pasti ada kebutuhan dasar untuk tampil rapi dan segar bagi seorang perempuan, entah yang merasa membutuhkannya 'hanya' kalau keluar rumah, pergi arisan atau mengantar anak ke sekolah, sampai dengan yang merasa membutuhkannya sejak bangun tidur hingga berangkat tidur, karena ingin tampil yang terbaik untuk suami dan anak-anak.
Kebutuhan perawatan apa saja? dari yang paling dasar (menurut saya) bedak, pewangi, sabun, shampoo sampai rangkaian perawatan tubuh yang berderet daftarnya.
Harganya? dari yang Rp. 1000, bedak yang dalam sachet, sampai cream perawatan yang jutaan rupiah... hmmm...
Pernah berhitung dan berpikir, seberapa banyak konsumsi 'kebutuhan' kita tersebut dalam 1 bulan? dalam 1 tahun?
Baru-baru ini saya mulai berhitung dan melirik pada peluang yang banyak ditawarkan di internet ini, bahwa kita bisa mengambil peluang keuntungan dari pengeluaran tersebut... hmmm perlu dicoba menurut saya...
Akhirnya saya turut bergabung dan bukan hanya untuk memenuhi (sementara ini) 'sebagian' kebutuhan saya, malah banyak juga teman-teman yang ingin mendapatkan produk parfume dan lipstiknya hmmm... ternyata benar juga, bisa menjadi peluang buat saya :)
Sejak 5 tahun yang lalu saya memang selalu menggunakan produk Oriflame, hanya sebatas parfume dan beberapa produk perawatan, namun tidak pernah terpikir untuk bergabung menjadi member, yang biasa disebut MLM... (sedikit alergi dengan kata MLM... hehehe)
namun beberapa waktu yang lalu, ada teman saya, Sherly, yang menawari Oriflame... dan kebetulan dia bergabung dengan dBC Network...
sekilas cerita saya mengenai dBC Network...
saya tidak tahu sebelumnya apa sebetulnya dBC network yang sering sekali tampil di iklan facebook di kolom sebelah kanan itu, model jualan apa lagi ini? begitu selalu pikir saya...
Ternyata... dBC network ini jualan oriflame juga to? hehehe Namun... karena dikembangkan via online, lebih banyak supportnya... ada info-info yang up to date yang bisa kita upload selain info info yang juga kita terima offline :)
Kembali lagi cerita tentang bergabungnya saya ya... :)
wah... layak untuk dilirik donk kalau memang kebutuhan untuk perawatan sehari-hari akan selalu dikeluarkan tiap bulan, kebutuhan suami saya, kakak kakak saya, keponakan keponakan saya... belum lagi teman teman yang juga butuh... apalagi kita bisa dapat untung karena bergabung sebagai member dan menjual produk ini... hmmm... Jadi... alokasi belanja perawatan di supermarket mulai bulan ini secara perlahan saya berencana mau pindah ke dBC-network(sambil ngabisin yang masih ada di rumah n nungguin produk promo yang selalu menarik dari dBC-network nih)...
dengan keuntungan yang dulunya kita serahkan -dengan iming-iming dapat hadiah, undian dan apa lagi yang entah kapaaaaaan dapetnya- ke pabrik, distributor, dan supermarket... bulan ini akan saya pindahkan keuntungannya menjadi ke pabrik, distributor, dan SAYA hehehe... (karena yang daftar 2 dari depan gak mungkin dipindahkan hahaha)
ok deh, ini obrolan orang yang baru aja gabung dbc-network lho... buat yang udah lama gabung dan ternyata ada yang salah dari data atau info di atas, silakan sharing... n kalau ntar seiring berjalannya waktu saya menemukan yang lebih heboh dan ada fakta baru dari dBC-network... saya share lagi deh...
Yang berminat atau pengen tahu lebih jauh tentang dbc-network, silakan klik di www.dbc-network.com/?id=beyondbeauty
Monday, 9 August 2010
Mengingat
sudah lupa-lupa ingat www.asiabersama.com/sintaherma
adakah yang memiliki cerita mengenai asia bersama?
Monday, 10 May 2010
Tupperware membuat hidup lebih baik
Bahkan, tidak perlu bingung bingung, garansinya berlaku di seluruh dunia… hebat kan!!! Saat kita pindah rumah, pindah kos, bahkan tugas sekolah di luar negeri, pastikan kita bawa Tupperware kita, karena selain praktis; ramah lingkungan karena produk plastik ini bisa dipakai berkali kali-yang artinya tidak perlu memakai kemasan sekali pakai yang mengotori bumi kita,Tupperware bisa di-klaim di distributor manapun seluruh dunia… hmmm jadi tidak perlu ragu lagi melihat harga Tupperware yang sebanding dengan kualitasnya kan?...
Mau memakai Tupperware dengan harga miring? Atau malah mau mendapat keuntungan lebih dari Tupperware?
Harga dealer, banyak hadiah dan kesempatan mendapatkan penghasilan dari Tupperware.
Jika tertarik, silakan bergabung sebagai dealer Tupperware.
GRATIS… dan tidak ada keharusan untuk order setiap bulan ataupun merekrut dealer baru.
Anda bisa menghubungi dealer atau distributor di tempat terdekat atau jika memerlukan bantuan dan info lebih lanjut, silakan comment di posting ini atau hubungi saya di 08122790603 (sms).
Dan tentu saja Tupperware juga memiliki program bantuan untuk anak-anak yang membutuhkan, juga memiliki acara acara menarik. Tupperware SheCAN bisa diikuti di Trans7 setiap Sabtu pukul 9.00 WIB dengan Shanaz Haque sebagai pembawa acaranya, dan juga Farah Quinn akan mengajak kita memasak dengan TChef Series… Hmmm memasak dan tetap cantik dengan Tupperware… kita enjoy, suami pun pasti senang kan…
Ok… tidak ada yang tidak membuat kita memilih Tupperware untuk kita gunakan, aman untuk anak-anak, aman untuk kita semua dan aman untuk bumi kita
All Star Celebration
Saturday, 11 July 2009
Cara Kerja Mesin Hemodialisa
Pada saat proses HD, darah akan dialirkan melalui saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan ke dalam tubuh. Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang. Setiap pasien HD diharuskan mematuhi jadwal cuci darahnya. Dalam seminggu biasanya pasien menjalani 2 kali cuci darah, masing-masing sekitar 4 jam. Namun adalakanya untuk kondisi tertentu, menjadi lebih dari 2 kali seminggu.
Seperti inilah bentuk tipikal dari hollow fiber dializer. Di dalamnya terdapat serabut yang memungkinkan darah untuk lewat. Cairan dialisis, yang merupakan cairan pembersih dipompakan di antara serabut-serabut tersebut. Serabut tersebut memiliki lubang-lubang halus yang memungkinkan air dan sampah metabolisme terserap dalam cairan pembersih dan membawanya keluar.
Dialiser Reuse
Unit Renal kadang menggunakan dialiser yang sama lebih dari satu kali tindakan. Penggunaan dialiser berulang ini dinamakan reuse. Reuse merupakan tindakan yang aman yaitu proses membersihkan dialiser sesuai dengan standart prosedur yang telah teruji. Dialiser ini akan diuji kelayakannya terlebih dahulu sebelum digunakan dan hanya digunakan pada satu orang untuk satu dialiser. Sebelum tindakan cuci darah dilakukan, pastikan dialiser yang dipasang sesuai dengan nama pasien pemilik.
Cara Dialisis (Dialisat)
Cairan pencuci yang disebut dialisat, adalah cairan yang membantu mengeluarkan sampah dan kelebihan air dari tubuh. Cairan ini terdiri dari zat kimiawi yang membuatnya seperti spon. Dokter akan memberikan spesifikasi cairan yang sesuai dengan keadaan pasien.
Beberapa pasien berfikir, jarum adalah bagian paling menakutkan dari cuci darah. Kebanyakan pasien baru akan terbiasa dengannya setelah beberapa kali menjalani cuci darah. Bila pasien merasa acara penusukan terasa sangat menyakitkan, krim anestesi ataupun spray bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit tersebut.
Kebanyakan unit renal menggunakan dua jarum untuk memasukkan dan mengeluarakan darah. Memang ada juga jarum khusus yang bisa digunakan dengan dua bukaan, tapi jarum ini dianggap kurang efisien dan memerlukan waktu yang lebih lama.
Sumber: Buletin Bina Ginjal, Edisi 17, Tahun 2008
Transplantasi Ginjal
Pengantar:
Transplantasi Ginjal adalah salah satu alternatif untuk memperpanjang harapan hidup bagi penderita ginjal. Operasi yang saat ini menelan biaya minimal 150 juta rupiah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya menuliskan posting ini mengutip dari buletin Sayang Ginjal untuk memberikan gambaran kepada para pembaca mengenai seluk beluk mengenai Transplantasi ini.
Transplantasi (cangkok) ginjal adalah prosedur pemasangan ginjal donor ke dalam tubuh seseorang (resipien) melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru bersama ginjal lama (jika masih ada fungsinya) akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh.
Proses Transplantasi Ginjal
Dokter bedah akan meletakkan ginjal donor dalam perut sebelah bawah, kemudian menghubungkan pembuluh darah dan saluran kemih (ureter) ginjal baru tersebut ke pembuluh darah dan ureter resipien. Pasca operasi urin dapat langsung diproduksi, tetapi pada beberapa kondisi, produksi dapat terjadi setelah beberapa minggu.
Ginjal lama biasanya tidak diangkat, tetapi jika menyebabkan infeksi atau komplikasi lain, maka ginjal lama harus diangkat.
Persiapan Transplantasi
Ginjal baru dapat diperoleh dari donor yang baru saja meninggal (donor cadaver) atau dari donor hidup. Donor hidup bisa keluarga atau orang lain (biasanya pasangan atau teman). Jika pasien tidak memiliki donor hidup, akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk memperoleh ginjal dari donor cadaver.
Dokter akan mempertimbangkan tiga faktor untuk menentukan kesesuaian ginjal dengan penerima (resipien). Faktor tersebut akan menjadi tolak ukur untuk memperkirakan apakah sistem imun tubuh akan menerima atau menolak ginjal baru tersebut. Faktor tersebut adalah:
- Golongan Darah
Golongan darah resipien (A, B, AB atau O) harus sesuai dengan golongan darah donor. Faktor golongan darah merupakan faktor penentu kesesuaian yang paling penting.
- Human Leukocyte Antigens (HLAs)
Sel tubuh membawa 6 jenis HLAs utama, 3 dari ibu dan 3 dari ayah. Antara anggota keluarga biasanya mempunyai HLAs yang sesuai. Resipien masih dapat menerima ginjal dari donor walaupun HLAs mereka tidak sepenuhnya sama, asal golongan darah cocok, dan tes lain tidak menunjukkan adanya ketidakcocokan.
- Uji silang antigen
Tes terakhir sebelum dilakukan transplantasi adalah uji silang antigen. Sejumlah kecil darah resipien dicampur dengan darah donor. Jika tidak terjadi reaksi, maka hasil uji disebut uji silang negatif, dan transplantasi dapat dilakukan.
Pembedahan atau transplantasi ginjal biasanya berlangsung 3 sampai 4 jam. Lama perawatan di rumah sakit biasanya selama satu minggu. Setelah keluar dari rumah sakit, resipien masih harus melakukan kontrol secara teratur untuk dipantau keberhasilan dari transplantasinya.
Bagi pendonor, waktu rawat yang dibutuhkan hampir sama dengan resipien. Walaupun demikian, karena teknik operasi untuk mengangkat ginjal donor sudah semakin maju, maka waktu rawat menjadi lebih pendek, mungkin 2 sampai 3 hari.
Komplikasi
Setelah transplantasi, dokter akan memberikan resipien obat imunosupresan, yang berguna untuk mencegah reaksi penolakan, yaitu reaksi di mana sistem imun tubuh menyerang ginjal baru yang dicangkokkan. Obat imunosupresan ini biasanya harus diminum setiap hari. Kadang-kadang reaksi penolakan tetap terjadi walaupun penderita sudah meminum obat ini. Jika hal ini terjadi secara hebat, penderita kadang harus kembali menjalani dialysis, atau melakukan transplantasi ulang dengan ginjal lain.
Obat imunosupresan akan melemahkan daya tahan tubuh, sehingga dapat mempermudah timbulnya infeksi. Beberapa jenis obat imunosupresan juga dapat mengubah penampilan. Wajah akan tampak lebih gemuk, berat badan bertambah, timbul jerawat, atau bulu di wajah. Tetapi tidak semua resipien mengalami gejala tersebut.
Selain itu imunosupresan juga dapat menyebabkan katarak, diabetes, asam lambung berlebihan, tekanan darah tinggi dan penyakit tulang.
Keuntungan Transplantasi Ginjal
-Penderita akan merasa lebih sehat dan ‘lebih normal’
-Penderita tidak perlu melakukan dialysis
-Penderita mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar
Kekurangan Transplantasi Ginjal
-Proses untuk mendapatkan ginjal donor sulit atau memerlukan waktu lama
-Risiko penolakan terhadap ginjal yang dicangkokkan
-Penderita harus rutin minum obat penekan system imun (imunosupresan) yang mempunyai banyak efek samping.
Uluran Kasih Anda untuk Kehidupan
Memberikan bantuan 60.000 dan memungkinkan untuk menyumbang lebih dari 3.000.000
Saya baru saja mengikuti sebuah program, berdasarkan testimony yang saya baca, saya berpikir, tentu program ini bisa sangat membantu Ibu yang sedang mengupayakan kehidupan suaminya tersebut dan meringankan bebannya. Maka dari itu saya mengetuk hati teman-teman untuk turut menyumbangkan sedikit rejeki dan tenaga serta bergabung di www.asiabersama.com/?id=yuwanhalim
Anda diminta membayarkan 80 ribu rupiah untuk mengikuti program ini. Dana yang masuk melalui URL tersebut akan disalurkan sebanyak 60 ribu kepada Ibu Yuwan Halim, Ibu yang saya kisahkan di atas. Kenapa 60 ribu? Karena dana tersebut disalurkan pada Ibu Yuwan Halim 20 ribu, Ibu Dessy 20 ribu dan kepada saya 20 ribu. Serta 20 ribu kepada orang yang telah mengikuti program ini sebelum kami. Kami berdua (saya dan Ibu Dessy) sudah bersepakat untuk memberikan bagian kami untuk membantu Ibu Yuwan. Sehingga ketika Anda masuk dalam Program ini Anda telah membantu Ibu Yuwan sebanyak 60.000 dan berpotensi membantu beliau jauh lebih banyak dari 60ribu, bahkan hingga 3 juta atau lebih. Bayangkan jika dari 80ribu yang Anda ikhlaskan, Anda bisa membantu Ibu Yuwan untuk 2 minggu cuci darah, bahkan lebih, dan Anda hanya diharapkan untuk ikut mengajak teman-teman yang anda kenal untuk turut serta dalam program ini melalui URL yang Anda terima setelah Anda terdaftar. Masing-masing yang Anda ajak akan memberikan bantuan kepada Ibu Yuwan sebesar 20 ribu juga yang nantinya akan menghasilkan 3juta ataupun angka yang jauh lebih besar. Selain sumbangan tersebut, Anda sendiri juga akan menerima 20 ribu. Apa yang Anda terima adalah hak Anda untuk mengalokasikannya untuk Anda sendiri ataupun Anda ingin sumbangkan kepada orang lain.
Tulisan ini tidak bermaksud lain kecuali niat baik kami (Saya dan Ibu Dessy) untuk membantu Ibu Yuwan melalui penyebarluasan www.asiabersama.com/?id=yuwanhalim . Saya juga akan mempublikasikan jumlah yang telah disalurkan kepada ibu Yuwan melalui blog ini pula secara rutin minimal 1 bulan sekali.
Jika Anda tidak tertarik membantu Beliau melalui program ini, Anda bisa menyalurkan melalui rekening BCA Ibu Yuwan Halim yang akan saya kirimkan melalui email/message Anda di facebook, tolong beritahu saya jika Anda berminat.
Bantuan Anda, sekecil apapun dan dalam bentuk apapun pasti akan meringankan mereka yang sangat membutuhkan. Terima kasih untuk telah ikut menyumbangkan perhatian kepada sebuah perjuangan bagi kehidupan.
Berjuang Menghargai Kehidupan
Vonis dari dokter untuk menjalani cuci darah karena ginjal yang sudah rusak adalah berita yang sangat mengejutkan. Bayang-bayang akan ketergantungan pada alat pencuci darah itu langsung menyergap dan serasa putus asa membayangkan keadaan selanjutnya.
Ketergantungan pada alat cuci darah itu sudah dialami sang Ibu yang selama 7 tahun rajin menjalaninya dengan dukungan penuh dari bapak, anak-anak dan keinginan kuat untuk melihat cucu-cucu tumbuh dewasa. Itu adalah cerita hampir 20 tahun yang lalu, bagaimana seluruh anggota keluarga ini berjuang untuk kesehatan sang Ibu.
Dan kini, cerita itu bagaikan muncul kembali.
2,5 tahun yang lalu, vonis itu jatuh sekali lagi kepada salah seorang keturunan sang Ibu. Sekali lagi, sepasang organ tubuh anggota keluarga itu harus digantikan kinerjanya dengan sebuah mesin Hemodialisa. Setiap 2 kali seminggu. Seumur hidup.
Tidak ada yang mau memilih untuk sakit, tidak ada yang mau dihadapkan pada pilihan dan akhirnya memilih sakit, apalagi sakit ginjal. Jika ada tawaran untuk dihadapkan pada 2 kenyataan: membiarkan kondisi ginjal itu makin melemah hingga tidak bekerja dan menyelesaikan seluruh kehidupan sel-sel tubuh atau melakukan cuci darah secara rutin 2 kali seminggu (terkadang bisa lebih dari 2 kali seminggu) untuk menambah harapan hidup. Tidak ada yang mau memilih untuk menghadapi tawaran itu. Akan tetapi, tidak ada yang menawarkan, semua disodorkan begitu saja, tidak ada kata berkelit, dua pilihan yang paling mungkin itu sudah ada di depan mata. Bagai buah simalakama.
Selama beberapa waktu, pengobatan alternatif dilakukan, doa sambung menyambung dilantunkan untuk menjadi kuat, namun tak terelakkan, keputusan untuk cuci darah akhirnya diambil. Tidak ada orang yang mau kehilangan seorang suami tercinta, tidak ada yang mau membiarkan belahan jiwa menyerah begitu saja pada penyakit ini.
Perjuangan demi perjuangan dilakukan untuk menyambung kehidupan. Bukan saja habis seluruh perasaan melihat suami yang setiap seminggu 2 kali tergeletak selama 5 jam menggantungkan diri pada mesin hemodialisa. Seluruh tenaga, pikiran, akal dan upaya senantiasa dikerahkan untuk mempertahankan anugerah Tuhan yang terbesar, kehidupan.
Sebuah pengorbanan atas nama cinta. Karena cinta, sang Istri rela melakukan apa saja supaya mesin itu tetap berjalan. Dan sekali mesin itu berjalan 750 ribu adalah harga mati, bahkan angka 150-250ribu bisa otomatis ditambahkan untuk biaya obat yang juga harus dikonsumsi tiap minggu. (Bisa dibayangkan 750.000 x 2 x 5 minggu = 7,5 juta sebulan atau 750.000 x 2 x 52 minggu = 78.000.000 setahun) Minimal 78 juta sudah habis untuk biaya rutin, dengan penghasilan sebulan jauh di bawah angka itu, bisa dibayangkan butuh berapa banyak untuk menutup kekurangan itu. Dan bisa pula dibayangkan. Setiap uang yang dapat terkumpul untuk sekali cuci darah adalah berkat luar biasa, dan setelah cuci darah selesai, kembali degupan kencang dan kekawatiran menerjang, berpikir keras untuk mendapatkan lagi rupiah untuk menjalankan mesin itu 3 hari mendatang. Bantuan sudah berdatangan dari saudara-saudara, dari teman-teman dan kenalan yang berbaik hati meringankan biaya perawatan, namun tentu saja semua memiliki kebutuhan dan keterbatasan financial. Tak terhitung pula berapa banyak upaya dilakukan untuk mencari pinjaman. Apapun dilakukan dan terus akan dilakukan untuk mempertahankan sebuah kehidupan.
Kisah di atas adalah kisah tentang seorang Ibu yang saat ini berjuang untuk suaminya. Selama hampir 2,5 tahun suami ibu tersebut harus menjalani cuci darah 2 kali seminggu. Dan akan terus berlanjut, kecuali jika dilakukan transplantasi ginjal, yang jika berhasil, bisa menghilangkan ketergantungan akan mesin hemodialisa (biaya operasai tersebut minimal 150 juta).
Saya menceritakan hal ini untuk mengajak teman-teman ikut merasakan keadaan dan betapa beban yang harus ditanggung beliau. Keadaan yang tentu saja kita pun tidak akan pilih. Dan saya mengajak teman-teman yang berkenan, untuk memberikan bantuan bagi beliau, bantuan berupa doa, maupun bantuan financial, atau apapun yang bisa kita lakukan. Saya sendiri juga sudah kehabisan ide untuk membantu beliau, salah satu yang bisa saya pikirkan saat ini, yaitu meminta bantuan kepada teman-teman yang saya kenal, ataupun kepada yang belum saya kenal yang membaca tulisan ini.
Salah satu bantuan financial bisa disalurkan melalui program di www.asiabersama.com/?id=yuwanhalim penjelasan lebih rinci saya tulis di posting selanjutnya: Uluran Kasih Anda untuk Kehidupan.
Sunday, 28 June 2009
Kursus Patchwork KlubNova
Setelah lama memendam keinginan ikut kursus yang diselenggarakan Klub Nova, akhirnya kesampaian juga pada hari Jumat dan Sabtu kemarin (19-20 juni 2009). Dua hari tersebut saya ikut kursus Patchwork dan Quilt dengan pembawa materi Ibu Stephani Tjahjadi.
Dengan jumlah peserta yang lumayan banyak, sekitar 25an, setiap peserta mendapat bimbingan dari Ibu Stephani untuk membuat Tas Baby dengan teknik tusuk feston. “Wah, pas nih, besuk kalau bayinya sudah lahir, tasnya sudah jadi.” Begitu komentar beberapa teman dan Bu Fani ketika mengetahui aku sedang hamil 6 bulan. “Iya, sekalian belajar selimut bayi di kursus bulan depan.” Wah menarik juga pesan sponsor yang menyusul di belakang komentar-komentar teman-teman. Hehehe I wish I could… lihat aja deh bulan depan.Hehehe
Belajar membuat tas ini ternyata membutuhkan kesabaran dan tidak bisa disangkal membutuhkan waktu lama. Bayangkan saja, kami belajar mulai pukul 10 pagi sampai 16.30 di hari Jumat, kemudian hari Sabtu juga dengan waktu yang sama. Ternyata tas yang kami buat belum bisa selesai.... aduh sedih banget deh. Akhirnya kami pulang dengan membawa PR. Semoga saja tas yang satu ini cepet-cepet bisa aku selesaikan, berhubung pengalaman-pengalaman lalu, PR kerajinan begini selalu tertunda berminggu-minggu.
Berbekal panduan Bu Fani dan buku Patchwork karangan beliau serta diktat kursus kemarin, semoga tas-tas dan karya-karya yang lain bisa segera bermunculan....
After long time waiting for the opportunity to take courses held by Club Nova, finally i can join the course on Friday and Saturday (19-20 June 2009). It was two-day course about Patchwork and Quilt, making a Baby Bag and the tutor was Mrs. Stephani Tjahjadi .
It was a large class consist of about 25 participants, each participant got guidance from Mrs. Stephani to make Baby Bag with festoon techniques. "Wow, it's a right time to take this cource, when the baby is born, the bag is ready to use too." Some friends made a comment on me when they and Mrs. Fani knew that I was pregnant. "Yeah, you should take next month course too, learn how to make the baby blanket." Wow, it's an interesting offer to consider. Hehehe I wish I could... but... let us see next month
Learn to make bags is requires patience and can not be denied it took a long time to spend. Just imagine, we start learning at 10 am to 16:30 on Friday, and so did at Saturday. In fact we could not finish to make the bag .... It's so sad to realize that we went home with the unfinished bag. Hopefully, I could finish this bag as soon as possible, because in my experience, i delayed to finish my homework handicraft in some other weeks.
With the Patchwork books and Bu Fani Patchwork handout for my guidance, I hope other beautiful bags can appear soon ....

